USULAN PERBAIKAN PROGRAM KOMUNIKASI PEMASARAN SANDAL BEARPATH MENGGUNAKAN METODE BENCHMARKING DAN TOOL ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS

Farhan Ihza Imran, Sari Wulandari, Meldi Rendra

Abstract


Bearpath merupakan UKM yang bergerak pada bidang fashion khususnya sandal gunung. Saat ini lokasi penjualan produk Bearpath dilakukan melalui toko offline yang berada di Kota Bandung maupun melalui website milik Bearpath. Bearpath sudah menerapkan bauran komunikasi pemasaran tetapi belum optimal sehingga awareness masyarakat terhadap Bearpath masih rendah, fenomena ini dapat dilihat dari jumlah pengikut instagram Bearpath yang lebih sedikit dibandingkan dengan para kompetitor. Selain dari itu tingkat penjualan Bearpath pada September 2018 hingga Agustus 2019 masih mengalami fluktuasi yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perancangan perbaikan komunikasi pemasaran dengan menggunakan metode benchmarking dengan tool Analytical Hierarchy Process(AHP). Metode benchmarking dilakukan untuk mengetahui penerapan komunikasi pemasaran terbaik dari kompetitor yang nantinya dipakai sebagai acuan Bearpath dalam pembuatan program komunikasi pemasaran. Kompetitor terpilih atau partner benchmark dihasilkan oleh hasil pengolahan data menggunakan tool Analytical Hierarchy Process (AHP). Perancangan bauran komunikasi pemasaran diharapkan mampu memberikan dampak meningkatnya tingkat awareness masyarakat terhadap Bearpath maupun meningkatkan frekuensi penjualan. Pada penelitian ini didapatkan hasil usulan rekomendasi program bauran komunikasi pemasaran yang perlu diterapkan oleh Bearpath diantaranya adalah memaksimalkan website Bearpath, mengoptimalkan penggunaan SEO, meningkatkan frekuensi posting dan variasi konten. Menggunakan email blast, menambahkan jam kerja operasional telemarketing, menambah outlet, melakukan kerja sama dengan distributor, menjadi sponsor, membuat acara sendiri, melakukan kolaborasi dengan brand lain, memanfaatkan poster dan baliho serta menggunakan endorsement.

Keywords


Analytical Hierarchy Process, Benchmarking, Fashion, Komunikasi pemasaran, UKM.

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Agam, D. N. (2017). Followers Ratio on Instagram Affects the Product’s Brand

Awareness. Australian Journal of Accounting, Economics and Finance

(AJAEF).

Allen Rubin, E. B. (2009). Essential Research Methods for Social Work. Cengage

Learning.

Arch G. Woodside, R. M. (2012). Tourism’s destination dominance and

marketing website usefulness . International Journal of Contemporary

Hospitality Management.

Dominique-Ferreira, S. (2016). Determinants of customer price sensitivity: An

empirical analysis. Journal of Services Marketing.

Henrik Virtanen, P. B., & Virtanen , H. (2017). Follow for follow: marketing of a

start-up company on Instagram. Journal of Small Business and Enterprise

Development.

Jack R. Fraenkel, N. E. (2012). How to Design and Evaluate Research ini

Education. The McGraw-Hill Companies.

Kenneth E. Clow, D. B. (2018). Intregated Advertising,Promotion, and Marketing

Communication. Harlow: Pearson Education Limited.

Larson, M. (2003). Increase Your Company's ROI from Database Marketing VOl

In Handbook of Business Strateg. 362-370.

Ma, S. (2017). Fast or free shipping options in online and omni-channel retail?

The mediating role of. International Journal of Logistics Management,

-1122.

Philip Kotler, K. L. (2016). Marketing Management. Pearson.

Poulis, A., Rizomyliotis, I., & Konstantoulak, K. (2018). Do firms still need to be

social? Firm generated content in social media. Information Technology &

People, 19.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Indexed by :

 

Jurnal Probisnis

ISSN 2442-4536 (Media Online) | ISSN 1979-9268 (Media Cetak)
Published by: Universitas Amikom Purwokerto
Jl. Let. Jend. POL SUMARTO Watumas, Purwonegoro - Purwokerto Telp (0281) 623321 Fax (0281) 621662
Email: probisnis@amikompurwokerto.ac.id