Perawatan Payudara danPijat Okstosin pad Ibu Post Partum

Yesi Andriani, Yessi Andriani, Mera Delima

Abstract


ABSTRAK

Bayi yang lahir cukup bulan akan memiliki naluri untuk menyusu pada ibunya di 20-30 menit setelah lahir. Itupun jika bayi tidak mengantuk akibat pengaruh obat ataupun anastesi yang diberikan kepada ibu saat proses melahirkan. Di jam-jam pertama, bayi akan relatif tenang, terjaga dan memiliki kemampuan menyusu dengan baik (Soraya, 2010). Kenyataan dilapangan menunjukkan produksi dan ejeksi ASI yang sedikit pada hari-hari pertama setelah melahirkan menjadi kendala dalam pemberian ASI secara dini. Menurut Cox (2006) disebutkan bahwa ibu yang tidak menyusui bayinya pada hari-hari pertama menyusui disebabkan oleh kecemasan dan ketakutan ibu akan kurangnya produksi ASI serta kurangnya pengetahuan ibu tentang proses menyusui.  Salah Satu tindakan yang dapat dilakukan untuk menangani masalah kurang lancarnya produksi ASI yaitu melakukan perawatan payudara dan pijat oksitoksin, tindakan ini bertujuan untuk memperlancar produksi ASI. Hasil wawancara di RSUD Hanafiah Batusangkar ruang rawatan kebidanan banyak didapatkan data bahwa pasien atau ibu post partum baik primigravida ataupun  multigravida tidak mengetahui cara perawatan payudara dan pijat oksitoksin untuk proses kelancaran produksi ASI serta pasien ataupun keluarga tidak mengetahui tujuan dari perawatan payudara dan pijat oksitoksin yang benar, sehingga jika pulang nanti keluarga yang lainlah yang diharapkan bisa membantu, padahal setiap Ibu post partum dan keluarga harus mampu melakukan perawatan payudara dan pijat oksitoksin. Maka dari itu tim Pengabdi melakukan kegiatan penyuluhan kesehatan dan demonstrasi tentang cara perawatan payudara dan pijat oksitoksin dengan metode ceramah dan demonstrasi. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat yang diharapkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan ibu post partum dan keluarga tentang perawatan payudara dan pijat oksitoksin.

Kata Kunci : ASI, Perawatan Payudara, Pijat Oksitosin

 

 

ABSTRACT

Babies born at term will have the instinct to feed their mothers 20-30 minutes after birth. Even then, if the baby is not sleepy due to the influence of drugs or anesthesia given to the mother during the birth process. In the first hours, the baby will be relatively calm, awake and have the ability to suckle well (Soraya, 2010). The reality in the field shows that the production and ejection of ASI in the first few days after giving birth is an obstacle in early breastfeeding. According to Cox (2006) it is stated that mothers who do not breastfeed their babies in the first days of breastfeeding are caused by the anxiety and fear of the mother of the lack of milk production and the lack of mother's knowledge about the breastfeeding process. One of the actions that can be taken to deal with the problem of lack of smooth milk production, namely breast care and oxytocin massage, this action aims to facilitate the production of breast milk. The results of interviews at the Hanafiah Batusangkar Regional Hospital in midwifery care rooms obtained data that patients or post partum mothers either primigravida or multigravida did not know how to treat breast and oxytocin massage for the smooth process of breast milk production and the patient or family did not know the purpose of breast care and oxytocin massage. , so if you come home later, it is the other family who is expected to be able to help, even though every post partum mother and family must be able to do breast care and oxytocin massage. Therefore the Community Service team conducted health counseling activities and demonstrations on how to treat breast and oxytocin massage using lecture and demonstration methods. The results of community service activities are expected to increase knowledge and abilities of post partum mothers and families about breast care and oxytocin massage.

 Keywords: Breast milk, breast care, oxytocin massage

 


References


DAFTAR PUSTAKA

Albertina, Meity. 2015. Hubungan Pijat Oksitosin dengan Kelancaran Produksi ASI pada Ibu Post Partum Seksio Sesarea Hari ke 2 – 3. Poltekes Kemenkes Kaltim

Ambarwati E, Diah W (2010) Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta : Nuha Medika

Astutik, Reni Yulia (2014) Payudara dan laktasi. Jakarta : Salemba Medika

Bahiyatun (2008) Asuhan kebidanan nifas normal. Jakarta : EGC

Biro Pusat Statistik (2008) Survey Demografi Kesehatan Indonesia 2007. BPS-BKKBN-DEPKES RI-UNFPA

Depkes RI (2002) Manajemen Laktasi.Jakarta : Depkes RI

Depkes RI (2007) Pedoman Pemberian Makanan Bayi dan Anak. Jakarta : Depkes RI

Dewi (2011) Air Susu dan Jenis Asi. Jakarta : EGC

Guyton A.C & J.E Hall (2007) Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 9. Jakarta : EGC

Hamranani, S.(2010) Pengaruh pijat oksitosin terhadap involusi uterus pada ibu post partum yang mengalami persalinan lama di rumah sakit wilayah Kabupaten Klaten. Tesis UI: tidak dipublikasikan.

Hubertin , Purwarti S (2004) Konsep Penerapan ASI Ekslusif. Jakarta : EGC

Mera, Gina, Ernalinda (2016) pengaruh pijat oksitosin untuk meningkatkan produksi susu ibu menyusui di Puskesmas Plus Mandiangin Bukittinggi 2016 di publikasikan di JIT Ristekdikti


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Jurnal Ilmiah JPMM (Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat)

ISSN 2656-9000 (online) | ISSN 2656-8241 (cetak)
Published by : STMIK Amikom Purwokerto
Jl. Let. Jend. POL SUMARTO Watumas, Purwonegoro - Purwokerto Telp (0281) 623321 Fax (0281) 621662
Email: jpmm@amikompurwokerto.ac.id

Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.