Peran Media Sosial Kamibijak.id dalam Menciptakan Akses Daring Ramah Disabilitas Untuk Teman Tuli

Lidya Wati Evelina

Abstract


Penyandang disabilitas teman tuli  ada di sekeliling kita.   Masyarakat sering mengalami kesulitan untuk berinteraksi dengan mereka.  Latar belakang penelitian ini adalah tersedianya konten di media  sosial (Youtube, Instagram dan Website) berbasis video untuk disabilitas teman tuli namun dampaknya belum terlihat optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis upaya yang dilakukan founder kamibijak.id untuk komunitas penyandang disabilitas tuli mendapat informasi layaknya orang normal melalui sharing video di media sosial.  Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data dan analisis data menggunakan metode  etnografi virtual.   Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa upaya dari kamibijak.id ini belum maksimal terlihat dari respon teman tuli yang masih minim di media sosial. Hanya view dan like. Jumlahnya belum mencapai 10 persen dari total 6.111 follower dan 1,63 K subscriber.  kamibijak.id masih perlu mencari model video interaktif  agar manfaatnya dirasakan oleh  penyandang disabilitas tuli. Peneliti menyarankan perlu adanya strategi konten yang interaktif dengan membuat tantangan dalam bentuk permainan, kuis di instagram kamibijakid sehingga terjadi interaksi dengan teman tuli.

Kata-kata Kunci: Media Sosial, Disabilitas, Komunitas Tuli


Full Text:

PDF

References


Adrian, K. (2019). Teknik Dasar Berkomunikasi Dengan Penyandang

Adrian, K. (2019). Teknik Dasar Berkomunikasi Dengan Penyandang Penyandang Tunarungu. Diakses melalui Alodokter pada 27 Juni 2020 dari https://www.alodokter.com/teknik-dasar-berkomunikasi-dengan-penyandang-tunarungu

Daniel., B.K. (2011). Handbook of Research on methods and Techniques for studying Virtual Communities: Paradigms and Phenomena. New York: Information Science Reference.

Faiqah, F., Nadjib, M., & Amir. A. S. (2016). Kareba. YouTube Sebagai Sarana Komunikasi Bagi Komunitas Makassarvidgram, 5(2), 259-272. Diakses melalui E-Journal: http://journal.unhas.ac.id/index.php/kareba/article/view/1905/1063.

Gumelar, G. Hafiar, H. Subekti, P. Bahasa Isyarat Indonesia Sebagai Budaya Tuli Melalui Pemaknaan Anggota Gerakan Untuk Kesejahtaraan Tunarungu. Jurnal Informasi: Kajian Ilmu Komunikasi - ISSN (p) 0126-0650; ISSN (e) 2502-3837 Vol. 48, No. 1 (2018), pp.65-78. doi: http://dx.doi.org/10.21831/informasi.v48i1.17727.

Haenudin. (2013). Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Tunarungu. Jakarta: Luxima Metro Media.

Mc Quail’s, D (2011). Teori Komunikasi Massa. Edisi 6. Terjemahan. Jakarta: Penerbit Salemba Humanika.

Mayasari, L. G. Identitas Budaya Orang Indonesia dalam Kota Virtual Jepang: Studi Etnografi Virtual Pengguna “Ameba Pigg. Jurnal Komunikasi Indonesia. Volume 4 Nomor. 1 ( April 2015) 5-14.

Mursita, R.A. (2015). Respon Tunarungu Terhadap Penggunaan Sistem Bahasa Isyarat Indonesia (SIBI) dan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) Dalam Komunikasi. Jurnal INKLUSI, Volume. 2, Nomor. 2, Juli - Desember 2015. 221 – 232.

Nasrullah, Rully. (2017). Etnografi Virtual. Riset Komunikasi, Budaya dan Sosioteknologi di Internet. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Nasrullah, Rully (2015). Media Sosial. Perspektif Komunikasi, Budaya dan sosioteknologi. Prosedur, Trend dan Etika. Bandung: Sembiosa Rekatama Media.

Noprianto, E dan Prakoso, A.A. (2019) Penggunaan Hastag Pada Akun Instagram Perpustakaan Universitas Gadjah Mada. Journal of Library and Information Science. Volume 9 (1) (2019). 54-66.

Swastikawara, Sinta. (2018). Penggunaan Media Sosial Sebagai Perantara Online Anak Tunarungu (Studi Atas Penggunaan Facebook). Jurnal Nomolesca Volume 4 (1), Oktober 2018. 771-784.

Stellarosa, Y, et.al. (2018). Pemanfaatan YouTube Sebagai Sarana Transformasi. Majalah Highend. Jurnal Lugas. Volume 2 Nomor. 2. 59-68. Desember 2018.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Diakses pada 27 Juni 2020

Yanuar, D. et.al. (2019) Komunikasi Antarpribadi Ibu Tunggal dan Anak Penyandang Disabilitas. Jurnal Komunikasi Global, Volume 8, Nomor 2, 2019. 23-32.

Rahmawan, D. et.al. (2018). Potensi YouTube Sebagai Media Edukasi Bagi Anak Muda. Journal of Library and Information Science. Volume 8 No. 1 Mei 2018, 81-98.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.